Laman

Tampilkan postingan dengan label Dwi Apriliani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dwi Apriliani. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2016

Karakteristik Kimia pada Air Limbah

Bahan kimia yang terdapat dalam air akan menentukan sifat air, baik dalam tingkat keracunan maupun bahaya yang ditimbulkan. Semakin besar konsentrasi bahan pencemar dalam air semakin terbatas penggunaan air. Karakteristik kimia terdiri dari kimia anorganik dan kimia organik. Secara umum sifat air ini dipengaruhi oleh kedua macam kandungan bahan kimia tersebut.

1. Keasaman Air
Keasaman air diukur dengan pH meter. Keasaman ditetapkan berdasarkan tinggi rendahnya konsentrasi ion hidrogen dalam air. Air buangan yang mempunyai pH tinggi atau rendah menjadikan air steril dan sebagai akibatnya membunuh mikroorganisme air yang diperlukan. Demikian juga makhluk lain, misalnya ikan tidak dapat hidup. Air yang mempunyai pH rendah membuat air menjadi korosif terhadap bahan konstruksi seperti besi.

Buangan yang bersifat alkalis (basa) bersumber dari buangan mengandung bahan anorganik seperti senyawa karbonat, bikarbonat dan hidroksida. Buangan asam berasal dari bahan kimia yang bersifat asam, misalnya buangan mengandung asam khlorida, asam sulfat dan lain-lain.

2. Alkalinitas
Tinggi rendahnya alkalinitas air ditentukan senyawa karbonat, bikarbonat, garam hidroksida, kalium, magnesium dan natrium dalam air. Semakin tinggi kesadahan suatu air semakin sulit air membuih. Penggunaan air untuk ketel selalu diupayakan air yang mempunyai kesadahan rendah karena zat tersebut dalam konsentrasi tinggi menimbulkan terjadinya kerak pada dinding dalam ketel maupun pada pipa pendingin.

Oleh sebab itu untuk menurunkan kesadahan air dilakukan pelunakan air. Pengukuran alkalinitas air adalah pengukuran kandungan ion CaCO3, ion Ca, ion Mg, bikarbonat, karbonat dan lain-lain.

3. Besi dan Mangan
Besi dan mangan yang teroksida dalam air berwarna kecoklatan dan tidak larut, menyebabkan penggunaan air menjadi terbatas. Air tidak dapat dipergunakan untuk keperluan rumah tangga dan industri. Kedua macam bahan ini berasal dari larutan batu-batuan yang mengandung senyawa Fe atau Mn seperti pyrit, kematit, mangan dan lain-lain.

Dalam limbah industri, besi berasal dari korosi pipa-pipa air, material logam sebagai hasil reaksi elektro kimia yang terjadi pada permukaan. Air yang mengandung padatan larut mempunyai sifat mengantarkan listrik dan ini mempercepat terjadinya korosi.

4. Chlorida
Chlorida banyak dijumpai dalam pabrik industri kaustik soda. Bahan ini berasal dari proses elektrolisa, penjernihan garam dan lain-lain. Chlorida merupakan zat terlarut dan tidak menyerap. Sebagai Chlor bebas berfungsi desinfektans, tapi dalam bentuk ion yang bersenyawa dengan ion natrium menyebabkan air menjadi asin dan merusak pipa-pipa instalasi.

5. Phosphat
Kandungan phosphat yang tinggi menyebabkan suburnya algae dan organisme lainnya. Phosphat kebanyakan berasal dari bahan pembersih yang mengandung senyawa phosphat. Dalam industri kegunaan phosphat terdapat pada ketel uap untuk mencegah kesadahan. Maka pada saat penggantian air ketel, buangan ketel ini menjadi sumber phosphat.

Pengukuran kandungan phosphat dalam air limbah berfungsi untuk mencegah tingginya kadar phosphat sehingga tidak merangsang pertumbuhan tumbuh-tumbuhan dalam air. Sebab pertumbuhan subur akan menghalangi kelancaran arus air. Pada danau suburnya tumbuh-tumbuhan air akan mengakibatkan berkurangnya oksigen terlarut dan kesuburan tanaman lainnya.

6. Sulfur
Sulfat dalam jumlah besar akan menaikkan keasaman air. Ion sulfat dapat terjadi secara proses alamiah. Sulfur dioxida dibutuhkan pada sintesa. Pada industri kaustik soda ion sulfat terdapat sewaktu pemurnian garam. Ion sulfat oleh bakteri direduksi menjadi sulfida pada kondisi anaerob dan selanjutnya sulfida diubah menjadi hidrogen sulfida.

Dalam suasana aerob hidrogen sulfida teroksidasi secara bakteriologis menjadi sulfat. Dalam bentuk H2S bersifat racun dan berbau busuk. Pada proses digester lumpur gas H2S yang bercampur dengan metan CH4 dan CO2 akan bersifat korosif. H2S akan menghitamkan air dan lumpur yang bila terikat dengan senyawa besi membentuk Fe2 S.

bakteri
2S + O2 + H2O --> S2O3 + 2H+ . SO4 + 2C + 2H2O
2HS + 2O2 ---> S2O3 + H2O . 1 HCO3 + H2S.
H2S + 2O2 ---> H2SO4.

7. Nitrogen
Nitrogen dalam air limbah pada umumnya terdapat dalam bentuk organik dan oleh bakteri berubah menjadi amonia. Dalam kondisi aerobik dan dalam waktu tertentu bakteri dapat mengoksidasi amonia menjadi nitrit dan nitrat. Nitrat dapat digunakan oleh algae dan tumbuh-tumbuhan lain untuk membentuk protein tanaman dan oleh hewan untuk membentuk protein hewan. Perusakan protein tanaman dan hewan oleh bakteri menghasilkan amonia.

Nitrit menunjukkan jumlah zat nitrogen yang teroksidasi. Nitrit merupakan hasil reaksi dan menjadi amoniak atau dioksidasi menjadi nitrit. Kehadiran nitrogen ini sering sekali dijumpai sebagai nitrogen nitrit.

8. Logam Berat dan Beracun
Logam berat pada umumnya seperti cuprum (tembaga), perak, seng, cadmium, air raksa, timah, chromium, besi dan nikel. Metal lain yang juga termasuk metal berat adalah arsen, selenium, cobalt, mangan dan aluminium.

Cadmium ditemukan dalam buangan industri tekstil, elektro plating, pabrik kimia. Chromium dijumpai dalam 2 bentuk yaitu chrom valensi enam dan chrom valensi tiga. Chrom valensi enam ditemukan pada buangan pabrik aluminium dan cat, sedang chrom trivalen ditemukan pada pabrik tekstil, industri gelas dan keramik.

Plumbum terdapat dalam buangan pabrik baterai, pencelupan dolt cat. Logam ini dalam konsentrasi tertentu membahayakan bagi manusia.

9. Fenol
Istilah fenol dalam air limbah tidak hanya terbatas pada fenol (C6H5 - OH) tapi bermacam-macam campuran organik yang terdiri dari satu atau lebih gugusan hidroxil. Fenol yang dengan konsentrasi 0,005/liter dalam air minum menciptakan rasa dan bau apabila bereaksi dengan chlor membentuk chlorophenol.

Sumber fenol terdapat pada industri pengolahan minyak, batubara, pabrik kimia, pabrik resin, pabrik kertas, tekstil.

10. Biochemical Oxigen Demand (BOD)
Dalam air buangan terdapat zat organik yang terdiri, dari unsur karbon, hidrogen dan oksigen dengan unsur tambahan yang lain seperti nitrogen, belerang dan lain-lain yang cenderung menyerap oksigen. Oksigen tersebut dipergunakan untuk menguraikan senyawa organik. Pada akhirnya kadar oksigen dalam air buangan menjadi keruh dan kemungkinan berbau.

Pengukuran terhadap nilai Biochemical Oxigen Demand (BOD) adalah kebutuhan oksigen yang terlarut dalam air buangan yang dipergunakan untuk menguraikan senyawa organik dengan bantuan mikroorganisme pada kondisi tertentu. Pada umumnya proses penguraian terjadi secara baik yaitu pada temperatur 20°C dan waktu 5 hari. Oleh karena itu satuannya biasanya dinyatakan dalam mg per liter atau kg.

11. Chemical Oxigen Demand (COD)
Bentuk lain untuk mengukur kebutuhan oksigen ini adalah COD. Pengukuran ini diperlukan untuk mengukur kebutuhan oksigen terhadap zat organik yang sukar dihancurkan secara oksidasi. Oleh karena itu dibutuhkan bantuan pereaksi oksidator yang kuat dalam suasana asam. Nilai BOD selalu lebih kecil daripada nilai COD diukur pada senyawa organik yang dapat diuraikan maupun senyawa organik yang tidak dapat berurai.

12. Lemak dan Minyak
Lemak dan minyak ditemukan mengapung di atas permukaan air meskipun sebagian terdapat di bawah permukaan air. Lemak dan minyak merupakan senyawa ester dari turunan alkohol yang tersusun dari unsur karbon, hidrogen dan oksigen. Lemak sukar diuraikan bakteri tapi dapat dihidrolisa oleh alkali sehingga membentuk senyawa sabun yang mudah larut.

Minyak pelumas yang berasal dari minyak bumi dipakai dalam pabrik dan terbawa air cucian ketika dibersihkan. Sebagai alat pencuci Bering Pula digunakan minyak pelarut. Adanya minyak dan lemak di atas permukaan air merintangi proses biologi dalam air sehingga tidak terjadi fotosintesa.

13. Karbohidrat dan Protein
Karbohidrat dalam air buangan diperoleh dalam bentuk sellulosa, kanji, tepung dextrim yang terdiri dari senyawa karbon, hidrogen dan oksigen, baik terlarut maupun tidak larut.

Pada protein yang berasal dari bulu binatang seperti sutra dengan unsur persenyawaan yang cukup kompleks mengandung unsur nitrogen. Baik protein maupun karbohidrat mudah rusak oleh mikroorganisme dan bakteri.

14. Zat Warna dan Surfaktan
Timbulnya zat warna dan surfaktan dalam air buangan adalah karena adanya senyawa organik yang larut dalam air. Zat aktif permukaan ini (surfaktan) sangat sukar berurai oleh aktivitas mikroorganisme.

Demikian juga zat warna yang merupakan senyawa aromatik sukar berurai. Di antara zat warna ini ada yang mengandung logam berat seperti chrom atau tembaga.sumber

Senin, 14 Maret 2016

Efek Samping Cuci Darah Ginjal Bagi Kesehatan



Cuci darah atau dialysis merupakan suatu metode yang ditempuh oleh penderita gagal ginjal untuk melakukan proses penyaringan darah.


Darah akan secara rutin ‘tercuci’ dari zat-zat berbahaya yang terkandung di dalamnya ginjal. Pasien gagal ginjal ini, memiliki ginjal yang tidak berfungsi dengan baik untuk melakukan proses penyaringan dan pembersihan darah secara alami. Cuci darah ini menjadi wajib dilakukan secara medis untuk menggantikan fungsi kerja dari ginjal yang rusak. Efek samping cuci darahSelain itu, ginjal juga berfungsi untuk membuang sisa-sisa metabolisme tubuh, kelebihan cairan di dalam tubuh, menjaga unsur kimiawi di dalam tubuh dan menjaga tekanan darah. Berikut ini beberapa hal yang mungkin terjadi apabila fungsi ginjal ini rusak :
1.       Muntah-Muntah
2.       Gatal pada kulit
3.       Lemas
4.       Koma
5.        Pembengkakan pada kaki dan lengan
Mengerikan? Iya, itulah yang akan terjadi apabila ginjal tidak mampu membuang sisa-sisa metabolisme tubuh. Bagi pasien gagal ginjal, metode cuci darah atau dialysis ini sangatlah penting untuk mencegah terjadinya hal-hal tersebut sebagai akibat dari gagal ginjal.
Proses cuci darah atau dialysis sendiri dibagi menjadi 2 metode, yaitu :
PERITONEAL DIALYSIS
efek samping cuci darahPeritoneal dialysis menggunakan lapisan perut atau peritoneum sebagai filter dalam menyaring sisa-sisa metabolisme tubuh yang terkandung di dalam darah. Dalam prosesnya, peritoneal dialysis menggunakan selang kecil yang dipasang pada bagian perut. Dalam selang tersebut terdapat cairan dialysis yang dapat membantu memindahkan sisa-sisa metabolism di dalam darah untuk dibersihkan dengan cairan tersebut. Prosesnya hanya 30 sampai 40 menit, namun pasien harus mengulanginya selama 4 kali dalam sehari. Efek Samping cuci darah, Peritoneal Dialysis :
1. Peritonitis – Peritonitis merupakan suatu infeksi yang terjadi pada bagian peritoneum, yang pada metode peritoneal dialysis ini digunakan sebagai tempat untuk menyaring darah. Kondisi peralatan yang tidak steril dapat menyebabkan kondisi peritonitis ini. Peritonitis sendiri memeiliki beberapa gejalanya yaitu :
1.       Demam Tinggi
2.       Nausea
3.       Muntah
4.       Sakit pada bagian perut
2. Hernia – Hernia merupakan salah satu gejala yang timbul sebagai efek samping dari cuci darah menggunakan metode peritoneal dialysis. Hal ini disebabkan karena adanya cairan yang bertahan sangat lama pada bagian rongga peritoneal dapat memicu terjadinya ketegangan pada bagian otot perut, yang mengakibatkan terjadinya hernia.
3. Kenaikan Berat Badan – Cairan dialysis yang dimasukkan ke dalam tubuh ketika proses cuci darah dengan metode ini, berlangsung dengan memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Hal ini akan berefek langsung terhadap berat badan yang akan naik secara drastis karena tingginya kandungan gula yang masuk ke dalam tubuh pasiennya.
HEMODIALYSIS
Efek samping cuci darahHemodialysis merupakan metode cuci darah yang paling banyak digunakan saat ini. Metode ini menggunakan jarum yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah untuk kemudian dihubungkan dengan selang, yang dapat mentransfer darah ke dalam mesin cuci darah. Darah yang sudah ditransfer ke dalam alat cuci darah kemudian disaring dan dibersihkan dari sisa metabolisme, lalu kemudian mengembalikannya ke dalam tubuh. Biasanya pasien yang menggunakan metode ini membutuhkan 3 kali proses cuci darah dalam seminggu, dan berlangsung selama 4 jam. Efek Samping cuci darah, Hemodialysis :
1. Tekanan Darah Rendah – Tekanan darah rendah atau hipotensi, merupakan salah satu efek samping yang umum terjadi pada pasien yang menggunakan metode hemodialysis. Hal ini terjadi karena kurangnya cairan yang terdapat di dalam tubuh. Hipotensi atau tekanan darah rendah ini dapat menyebabkan :
1.       Nausea
2.       Pusing
3.       Sakit kepala

2. Infeksi Bakteri Staphylococcal – Bakteri staphylococcal merupakan jenis bakteri yang mungkin dapat menginfeksi dan berkembang dalam proses cuci darah hemodialysis ini. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada bagan kulit, seperti kulit yang terasa tebakar.
3. Sepsis – Sepsis merupakan keadaan dimana infeksi bakteri staphylococcal yang sudah menjalar melalui darah ke organ-organ lain, atau bisa disebut blood poisoning (keracunan darah). Gejala sepsis ini antara lain :
1.       Demam Tinggi ( diatas 38 derajat celcius )
2.       Pusing – pusing
4. Kram pada otot – Kram dapat terjadi karena hilangnya atau berkurangnya cairan tubuh, dan biasanya akan merasakan kram pada bagian kaki.
5. Gatal pada kulit – Kandungan potasium yang tinggi dianggap menjadi penyebab dari gatal-gatal ini. Pasien yang melakukan metode cuci darah hemodialysis biasanya akan mengalami rasa gatal pada bagian tubuh mereka.
6. Insomnia – Insomnia atau kesulitan tidur merupakan efek samping lain yang dapat terjadi sebagai akibat dari metode cuci dara hemodialysis ini.

7. Sakit pada tulang dan persendian – Sakit pada tulang dan persendian merupakan salah satu efek samping yang ditimbulkan karena kekurangan cairan pada tubuh. Hal ini juga akan menambah tingkat kelelahan dari tubuh pasien. Kedua metode cuci darah memiliki efek samping yang sama-sama terjadi dikedua metode tersebut. Efek samping yang paling terasa ketika melakukan proses cuci darah secara umum ini adalah :
1. Kelelahan
Kelelahan ini merupakan efek samping paling umum dari cuci darah atau dialysis, baik peritoneal dialysis maupun hemodialysis. Kelelahan ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :
1.       Hilangnya fungsi ginjal normal
2.        Merupakan efek langsung dari dialysis terhadap tubuh
3.       Pantangan – pantangan yang diberikan sebelum melakukan dialysis
2. Kondisi Fisik Yang Lemah
Kondisi fisik yang lemah merupakan salah satu efek samping yang ditimbulkan oleh proses cuci darah, baik peritoneal ataupun hemodialysis. Hal ini disebabkan oleh asupan nutrisi yang sedikit karena banyaknya pantangan makanan yang tidak boleh dikonsumsi, sehingga tubuh akan terasa lemas dan aangat mengganggu aktivitas.
3. Stress dan Rasa Cemas
Tidak hanya kondisi fisik yang menurun sebagai akibat dari proses cuci darah, namun juga kondisi mental dari pasien akan ikut turun. Hal ini disebabkan oleh, selain asupan nutrisi yang cukup, pasien juga memiliki kecemasan dan khawatir dengan kondisi tubuhnya sendiri, sehingga akan menimbulkan stress, yang tentunya akan sangat mengganggu kondisi mental dari pasien.
 4. Menghabiskan Uang
Ini bukan merupakan efek samping terhadap tubuh, namun efek samping yang ditimbulkan dari segi ekonomi. Biaya cuci darah atau dialysis yang tidak sedikit, serta obat-obatan yang harus ditebus akan sangat mengganggu kondisi neraca keuangan yang dimiliki oleh pasien.

Itulah beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan karena proses cuci darah yang dilakukan oleh pasien. Solusi terbaik untuk mengobati penyakit gagal ginjal yang sudah kronis adalah melakukan pencangkokan ginjal. Namun demikian, tentunya lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan?? anda harus merubah pola hidup anda menjadi gaya hidup sehat, agar terhindar dari berbagai macam masalah penyakit seperti gagal ginjal.

Senin, 07 Maret 2016

BAHAN BAKAR PADA PESAWAT TERBANG



Apa itu pesawat terbang dan bagaimana bentuknya mungkin semua orang sudah mengetahui bahkan anak kecil juga sudah di perkenalkan dengan benda yang dapat terbang di udara ini pemodelan alat transportasi ini memang di bentuk seperti burung, seperti halnya burung yang dapat terbang karena sayapnya, peswat juga mempunyai dua sayap yang dapat membantunya saat terbang, Pesawat sangat di  butuhkan bagi kehidupan sekarang karena dengan adanya program MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) berarti kita harus beradaptasi dengan dunia luar, pesawat terbang adalah salah satu alat transportasi yang membantu berjalanya program tersebut, dengan pesawat jarak yang jauh menjadi dekat, dapat melewati luasnya lautan tingginya pegunungan, luasnya samudra hingga dapat melewati benua. Mengenal lebih jauh mengenai pesawat terbang, pesawat terbang adalah benda yang komponenya dari banyak ilmu yaitu ilmu fisika, kimia, matematika, komunikasi dsb.
Pesawat terbang yang lebih beratdari udara ini di terbangkan pertama kali oleh Wright Bersaudara (Orville Wright dan Wilbur Wright) dengan menggunakan pesawat rancangan sendiri yang dinamakan Flyer yang di luncurkan pada tahun 1903 di  sekitar Amerika Serikat. Selain Wright bersaudara, tercatat beberapa penemu pesawat lain yang menemukan pesawat terbang antara lain Samuel F Cody yang melakukan aksinya di lapangan Farnborough, Inggris tahun 1910. Sedangkan untuk pesawat yang lebih ringan dari udara sudah terbang jauh sebelumnya. Penerbangan pertamakalinya dengan menggunakan balon udara panas yang di temukan seorang berkebangsaaan Perancis bernama Joseph Montgolfier dan Etiene Montgolfier terjadi pada tahun 1782, kemudian disempurnakan seorang Jerman yang bernama Ferdinand von Zeppelin dengan memodifikas ibalon berbentuk cerutu yang digunakan untuk membawa penumpang dan barang pada tahun 1900. Pada tahun tahun berikutnya balon Zeppelin mengusai pengangkutan udara sampai musibah kapal Zeppelin pada perjalanan trans-Atlantik di New Jersey 1936 yang menandai berakhirnya era Zeppelin meskipun masih dipakai menjelangPerangDunia II. Setelah zaman Wright, pesawat terbang banyak mengalami modifikasi baik dari rancang bangun, bentuk dan mesin pesawat untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara. Pesawat komersial yang lebih besar di buat pada tahun 1949 bernama Bristol Brabazon. Sampai sekarang pesawat penumpang terbesar di dunia di buat oleh airbus industrie dari eropa dengan pesawat  A380.
Bangsa Indonesia patut berbangga hati kepada hasil karya salah satu anak bangsa  yang dapat membuat pesawat terbang menciptakan alat transportasi udara, dia tidak lain adalah mantan presiden Republik Indonesia yaitu BJ. Habibi
Pesawat terbang tidak dapat terbang jika tidak ada bahan bakar yang mengahsilkan energy untuk dapat membuat benda diam menjadi bergerak, karena menjadi sumber energy utama bagi pesawat makasangat penting untuk di perhatikan dari segi kualitas bahan bakar harus selalu di jaga, bahan bakar yang di gunakan adalah vitur, bahan bakar ini tidak sembarang di perjual belikan, oleh karena itu kita perlu mengetahui bagaimana warna, sifatnya, dan lain lain yang menjadi identitas yang tidak di temukan dari bahan bakar lainya. Untuk mempelajari lebih jauh tentang bahan bakar avtur dan avgas ini penerbangan akan berkolaborasi bersama ilmuan kimia dan perminyakan. Para ilmuan kimia  yang lebih mengetahui mengenai karakteristik bahan bakar ini,  ilmuan perminyakan mempelajari proses pembuatan bahan bakar dan bagaimana cara mendapatkanya, sedangkan dalam teknik perkapalan mempelajari aplikasi penggunaanya, penggunaan bahan bakar ini di tentukan pula pada mesin yang di gunakan pada Pesawat terbang sehingga membedakan jenis bahan bakar yaitu avtur atau avgas,sebelum membahas mengenai penggunaanya kita kenali terlebih dahulu apa itu avtur dan apa itu avgas
Avtur (Aviation Turbine) adalah bahan bakar jenis khusus berbasis dari minyak bumi  di  gunakan untuk daya pesawat.  Pada umumnya kualitasnya lebih tinggi dari bahan bakar  yang di gunakan dalam aplikasi yang lain seperti mesin pemanasan atau mesin angkutan jalan dan sering mengandung aditif untuk mengurangi risiko icing atau ledakan akibat suhu tinggi, antara sifat-sifat lainnya, yang memiliki karakteristik sebagai berikut , berwarna bening hingga kekuning-kuningan, memiliki rentang titik didih antara 145 hingga 3000C, Avtur memiliki sifat yang menyerupai kerosin karena memiliki rentang panjang rantai C yang sama. Komponen-komponen kerosin dan avtur terutama adalah senyawa-senyawa hidrokarbon parafinik (CnH2n+2) dan monoolefinik (CnH2n) ataunaftenik,(sikloalkan, CnH2n) dalamrentang C10 – C15. Avtur di pilih karena memiliki keunggulanya itu memiliki volalitas lebih kecil sehingga mengurangi kemungkinan kehilangan bahan bakar dalam jumlah besar akibat penguapan pada ketinggian penerbngan . Hal lain yang menguntungkan dari Avtur adalah kandungan energy pervolumenya lebih tinggi di bandingkan dengan bensin sehingga mampu memberikan energy bagi pesawat untuk penerbangan yang lebih jauh. Avtur sebagai bahan bakar di bedakan menjadi dua jenis yaitu  yang berbasis bahan mirip kerosin (Jet A dan Jet A 1 ) dan yang berbasis campuran nafta-kerosin (Jet B), Jet A1 adalah jenis avtur  yang paling sering digunakan untuk bahan bakar pesawat di seluruh dunia karena memenuhi standar ASTM, standar spesifikasi Inggris DEF STAN 91-91, dan NATO Code F-35. Jet Aadalah bahan bakar pesawat yang memiliki sifat yang sangatmirip dengan kerosin, di produksi hanya untuk memenuhi standar ASTM sehingga umumnya hanya dapat di temukan di kawasan Amerika Serikat. Jet B jarang di gunakan karena sulit untuk ditangani (mudah meledak) dan hanya di gunakan pada daerah beriklim sangat dingin.
Avgas (Aviation Gasoline) adalah bahan bakar minyak yang dibuat khusus untuk pesawat terbang dengan mesin yang memiliki ruang pembakaran internal dan mesin piston (piston engine) serta digunakan juga sebagai pembakaran pada mobil balap. Avgas merupakan fraksi gasoline (bensin) yang di olah dan di sempurnakan lagi baik itu dari segi freeze point, voalality dan flash pointnya.
Performa avgas ditentukan oleh karakteristik anti knock yang di tujukan oleh bilangan oktan untuk nilai di bawah 100 dan juga pencapaian performa di atas 100 sehingga grade avgas di tentukan oleh nilai oktan yang mengidikasikan tingkat kinerja bahan bakar. Bahan bakar ini memiliki sifat yang sangat mudah menguap serta mudah terbakar pada temperatur normal. Sehingga, dalam menangani produk ini segala prosedur dan peralatan harus mendapatkan perhatian serius, titik beku dari avgas maksimum -58°C. Avgas mengandung tetra etil timbal (TEL) yaitu zat beracun (polusi), tetapi zat ini di gunakan untuk mencegah mesin mengalami ledakan (knocking).

Sabtu, 20 Februari 2016

Mengenal Zat Beracun Pada Singkong



Singkong (Manihot utilisima) atau dikenal juga sebagai ketela pohon merupakan tanaman yang tumbuh di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Tanaman singkong dapat dimanfaatkan secara keseluruhan mulai dari batang, daun dan umbinya. Singkong segar mempunyai komposisi kimiawi terdiri dari kadar air sekitar 60%, pati 35%, serat kasar 2,5%, kadar protein 1%, kadar lemak, 0,5% dan kadar abu 1%, sehingga merupakan sumber karbohidrat dan serat makanan, namun hanya mengandung sedikit protein.  Selain sebagai bahan makanan pokok, terdapat pula berbagai macam produk olahan singkong yang telah dimanfaatkan antara lain adalah tape singkong, peuyeum, opak, tiwul, kerupuk singkong, keripik singkong, kue, dan lain  lain. Walaupun singkong dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pada beberapa jenis singkong tertenu juga dapat menimbulkan keracunan, karena singkong mengandung senyawa yang berpotensi racun, yaitu linamarin dan lotaustralin, keduanya termasuk golongan glikosida sianogenik.  Toksin/Racun Pada Singkong
Glikosida sianogen merupakan metabolit sekunder pada tumbuhan, yang berupa turunan asam amino. Terdapat banyak jenis glikosida sianogen, seperti misalnya pada almond disebut amygdalin, pada Shorgum disebut durrhin, pada rebung disebut taxiphyllin. Pada singkong, glikosida sianogen utama adalah linamarin, sementara sejumlah kecil lotaustralin (metil linamarin) hanya ditemukan dalam jumlah kecil pada singkong.  Linamarin dengan cepat dihidrolisis menjadi glukosa dan aseton sianohidrin sedangkan lotaustralin dihidrolisis menjadi sianohidrin dan glukosa. Di bawah kondisi netral, aseton sianohidrin didekomposisi menjadi aseton dan hidrogen sianida.  

Kamis, 11 Februari 2016

Di Balik Kenikmatan Bumbu Masak Instan

DI pasaran, para produsen bumbu masak instan sering mengklaim bahwa produknya berasal dari bahan segar. Namun, dalam suatu kemasan bumbu instan, terdapat bahan-bahan lain yang mempercantik dan mengawetkan bumbu. Ya, bumbu instan mengandung zat pewarna, penyedap rasa, dan pengawet.
Made Krisna Dewi SGz, staf pengajar Akademi Gizi Surabaya, menjelaskan karakter bahan-bahan tambahan tersebut. Warna bumbu instan atau makanan yang dimasak dengan bumbu instan cenderung lebih cerah. Anda harus mulai waspada karena bisa jadi bahan pewarna yang digunakan tidak baik untuk kesehatan.
Selain warna, keawetan dan rasa bumbu instan perlu diwaspadai. Agar tahan lama, para produsen kerap menambahkan zat pengawet dalam bumbu instan. Biasanya pengawet yang digunakan pun berupa bahan kimia. Sebagaimana yang sudah diketahui, pengawet dari bahan kimia merupakan musuh utama kesehatan. Bumbu instan juga memiliki rasa yang lebih kuat daripada versi aslinya. Hal itu disebabkan kandungan zat penyedap rasa yang ditambahkan pada bumbu.
Setelah mengetahui berbagai BTM (bahan tambahan makanan) pada bumbu instan, mari kita pikirkan dampaknya. Bayangkan bahan pengawet, pewarna, dan perasa yang bersifat kimiawi menumpuk di tubuh Anda dan mengendap. Pengendapan bahan kimia dalam tubuh akan memicu gejala penuaan dini, gangguan saraf, hipertensi, gangguan hati dan ginjal, hingga stroke.
Bahan tambahan pada bumbu instan juga berjibun. Misalnya, MSG (monosodium glutamat). Zat yang sudah sangat populer itu berfungsi sebagai penyedap rasa, baik pada bumbu instan basah (pasta) maupun kering. MSG, yang berasal dari protein, bisa berdampak pada sistem saraf. Selain MSG, ada kandungan zat pewarna kimiawi yang bisa mengakibatkan kanker.
Kandungan yang juga memberi dampak negatif adalah natrium. Mi