Laman

Tampilkan postingan dengan label Ira Nur Septiani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ira Nur Septiani. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2016

Rokok Elektrik Mengandung Zat Berbahaya



Rokok Elektrik Mengandung Zat Berbahaya
Alat ini sebenarnya dirancang untuk memberikan nikotin tanpa membakar tembakau namun tetap memberikan sensasi merokok pada penggunanya. Untuk menghasilkan uap, rokok elektrik diisi dengan cairan yang mengandung nikotin, propilen glikol, penyedap (untuk mensimulasikan rasa tembakau) dan air. Namun bedanya dengan rokok biasa, rokok elektrik tidak mengandung tar berbahaya dan zat aditif kimia beracun.
Rokok Elektronik Ilegal dan Berbahaya
Berhenti merokok itu susah, demikian menurut pecandu rokok. Karena itu, mereka beralih ke rokok elektronik. Prosedusen rokok elaktronik, menyatakan bahwa produknya lebih aman dari pada rokok tembakau dan bebas polusi karena hanya mengeluarkan uap, bukan asap.
Penelitian ilmiah menunjukan bahwa dalam jangka panjang, tingkat kerusakan paru yang disebabkan oleh rokok elektronik lebih rendah dari pada yang diakibatkan oleh rokok tembakau. Jed Rose, profesor ahli perilaku pecandu  dari Duke University membenarkan bahwa monoksida dari rokok elektronik lebih sedikit dari rokok konvensional.
Tim peneliti Universitas oof Rochester Medical Center membuktikan, aerosol dan pewarna yang terkandung dalam rokok elektronik dapat merusak sel paru-paru
Hasil penelitian membuktikan :
1.      Rokok elektrik ini diklaim mengandung zat berbahaya seperti Tobacco Specific Nitrosamines, Diethylene Glycol dan karbon monoksida.
2.      Penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang, bisa meningkatkan kadar plasma nikotin secara signifikan setelah lima menit penggunaanna.
3.      Meningkatkan kadar plasma karbon monoksida dan frekuensi nadi secara signifikan yang dapat mengganggu kesehatan.
4.      Memiliki efek akut pada paru seperti pada rokok tembakau, yaitu kadar nitrit oksida udara ekshalasi menurun secara signifikan dan tahanan jalan napas meningkat signifikan.  
Stop sama sekali!
Berdasarkan rekomendasi kementrian kesehatan, mentri perdagangan RI akan melarang perdagangan impor rokok elektronik. Rokok ini dianggap sama bahaya dari rokok tembakau. Jika ada rokok elektronik beredar di pasaran, bisa dipastikan itu ilegal dan tidak terjamin keamanannya.
WHO menganjurkan untuk tidak menggunakan rokok elektronik terutama di dalam ruangan karena bisa mengeluarkan racun seperti rokok biasa. Meski tidak mengeluarkan asap, uap rokok elektrik yang mengandung zat kimia berbahaya juga dapat menimbulkan polusi udara.
Menurut BPOM, rokok elektrik mengandung senyawa nikotin cair, zat pelarut propilen glikol, dieter glikol dan gliserin. Jika zat-zat itu dipanaskan akan menghasilkan senyawa nitrosamine terbukti dapat menyebabkan berbagai jenis kanker.
Alat ini cara baru memeasukkan nikotin dalam tubuh, seperti telah kita ketahui bersama bahwa nikotin mengakibatkan efek buruk terhadap tubuh yaitu adrenalin meningkat, tekanan darah meningkat, mengakibatkan ketagihan, uap yang terhirup dapat menimbulkan serangan pernapasan sampai luka bakar akibat meledaknya rokok elektrik dalam mulut. Cairan nikotin di dalam rokok elektrik mengandung propilen glycol yaitu suatu zat yang dapat menyebabkan iritasi jika dihirup. Alat rokok elektrik menggunakan daya baterai bisa saja saat digunakan meledak maupun terbakar. Rokok elaktrik digunakan terlalu panas sehingga meledak dan mengeluarkan api.

Berkaca pada kejadian tersebut, orang tua disarankan untuk ikut mengawasi agar anak-anaknya tidak membeli, menggunakan dan mengakses rokok elektronik.

Jumat, 18 Maret 2016

Obat Kimia

Obat Kimia
Orang-orang mengkonsumsi obat dengan terlalu enteng. Walaupun kondisi-kondisi tertentu memang perlu untuk diobati, saya percaya bahwa semua obat, baik yang memakai resep maupun tidak, pada dasarnya berbahaya bagi tubuh dalam jangka panjang. Sebagian orang percaya bahwa obat-obatan herbal tidak memiliki efek samping dan hanya bermanfaat, tetapi itu juga salah. Baik produk bahan kimia maupun obat herbal tidak mengubah kenyataan bahwa obat-obatan racun “asing” bagi tubuh. Sebagian orang memilih obat kimia karena reaksinya yang lebih cepat dalam mengatasi suatu penyakit, perlu anda ketahui bahwa reaksi tersebut tidaklah mengatasi penyebab penyakit tersebut melainkan hanya menekan gejala yang timbul saja tanpa menjangkau penyebab yang sebenarnya. Penggunaan obat kimia dalam jangka waktu yang lama juga akan menimbulkan penyakit baru karena banyak organ-organ tubuh yang rusak akibat obat kimia tersebut, jadi usahakan kurangi penggunaan obat kimia tersebut untuk meminimalisir bahaya obat kimia bagi tubuh anda.  Menurut Dr. Hiromi Shinya pada buku “The Miracle of Enzyme” tahun 2005, beliau menyebutkan bahwa semua obat-obatan baik yang menggunakan resep ataupun tidak pada dasarnya berbahaya bagi tubuh apabila digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Kelemahan Obat Modern atau Obat Kimia :
a.      Efek samping.
Terdapat efek samping dari obat kimia yang bisa berupa efek samping langsung maupun tidak langsung atau terakumulasi. Hal ini terjadi karena bahan kimia bersifat anorganik dan murni sementara tubuh bersifat organik dan kompleks. Maka bahan kimia bukan bahan yang benar-benar cocok untuk tubuh. Penggunaan bahan kimia pada tubuh dianggap sebagai sesuatu yang tidak terhindarkan dan digunakan secara terbatas yang dapat diterima dan ditoleransi oleh tubuh.
b.      Sering kurang efektif untuk penyakit tertentu.
Beberpa penyakit memang belum ada obatnya, obat yang ada hanya bersifat simptomatik dan harus diminum seumur hidup. Beberapa penyakit belum diketahui penyebabnya. Banyak pasien secara rutin pergi ke dokter tanpa perbaikan yang signifikan bahkan semakin buruk keadaannya.
c.       Harga yang mahal karena faktor impor.
Hampir semua obat kimia yang kita gunakan berasal dari luar. Hal ini terjadi karena untuk menghasilkan obat kita membutuhkan teknologi tinggi, biasa investasi yang tinggi dan waktu penelitian yang lama. Alasan lain di impor obat adalah perlunya kepercayaan atas produsen obat. Sampai saat ini kepercayaan terutama ada pada beberapa negara yang dikenal produsen obat. Bahan mahal yang diipor terdiri dari obat jadi, bahan baku obat, bahan pengemas obat, teknologi, peralatan dan mesin mesin, tenaga ahli dan tenaga terampil. Tingginya harga terjadi karena impor menggunakan mata uang asing yang berfluktuasi sesuai kurs dan juga membuat ketersediaan tidak menentu.

Kelebihan dari Obat Kimia adalah :
a.      Reaksi cepat untuk penyembuhan penyakit
Kebanyakan memang dampak negatif obat kimia yang digunakan terus menerus sehingga akan membuat dampak buruk yang terjadi pada tubuh seperti melemahnya organ tubuh.

Bahaya Obat Kimia Yang Perlu Anda Ketahui
Kebanyakan orang mungkin tidak akan bisa lepas dari obat kimia karena sangat mudah sekali mendapatkannya semudah membeli permen, di warung-warung sekitar tempat tinggal kita pasti banyak menyediakan obat-obatan. Kalau seseorang mengalami gejala dari suatu penyakit, kebanyakan dari mereka langsung membeli obat yang tidak perlu resep dokter yaitu membeli sendiri di warung tanpa memikirkan bahaya obat kimia tersebut apabila terlalu sering dikonsumsi. Mungkin memang benar obat kimia tersebut sangat cepat reaksinya terhadap gejala yang kita rasakan, tetapi itu hanya meredakan saja tanpa menyembuhkan penyebab sebenarnya. Sebaiknya anda sadar bagaimana bahaya obat kimia tersebut apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang.
Berikut adalah beberapa bahaya obat kimia yang perlu anda ketahui:
  1. Menimbukan gangguan pernapasan atau asma.
  2. Gangguan ginjal.
  3. Sakit pinggang.
  4. Menimbulkan kerusakan pada hati.
  5. Susah tidur.
  6. Merusak sel-sel tubuh.
  7. Ketergantungan obat kimia tertentu.
  8. Menimbulkan penyakit jantung.
Maka dari itu WASPADAI obat kimia, jangan terlalu keseringan/ ketergantungan mengonsumsinya karena tubuh juga tidak selalu positif merespon setiap obat yang masuk dalam tubuh.

Sabtu, 12 Maret 2016

ZAT YANG TERKANDUNG PADA PEMBALUT WANITA

Pembalut umumnya digunakan wanita saat menstruasi. Namun, pembalut yang telah beredar di pasaran rupanya mengandung klorin yakni bahan kimia yang biasa digunakan sebagai pemutih. Namun, Kementerian Kesehatan meminta kepada para wanita untuk tidak khawatir dengan kandungan klorin pada pembalut, karena yang berbahaya bagi kesehatan adalah pembalut mengandung dioxin.

Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dari Kementerian Kesehatan bahwa kandungan yang tidak boleh digunakan pada pembalut adalah dioxin dimana jika dalam suhu panas kandungan tersebut dapat menguap dan masuk ke dalam tubuh. 

Kandungan klorin pada pembalut yang beredar di Indonesia dinilai masih dalam batas aman. Akan tetapi, Food and Drug Administration  atau badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat merekomendasikan bahwa pembuatan pembalut haruslah bebas klorin. Sebab, kandungan klorin pada pembalut wanita maupun pantyliner tidak aman bagi kesehatan organ intim wanita, seperti risiko terjadi iritasi, gatal-gatal, dan juga keputihan. Inilah bahaya kandungan klorin dan dioxin pada pembalut wanita. 

Beberapa jenis penyakit yang bisa muncul akibat klorin dan juga bahan berbahaya dalam pembalut, salah satunya adalah Pelvic Inflammatory Disease atau radang panggul. Radang panggul tersebut nantinya dapat menimbulkan masalah-masalah reproduksi, salah satunya adalah endometriosis yang bisa memicu kemandulan. Paparan klorin yang tidak terlalu sering mungkin masih bisa ditolerir oleh tubuh, tapi bila paparan klorin sampai bisa diakumulasi atau dalam hal ini pemakaian pembalut yang rutin tiap bulan, tentu saja risiko terserang penyakit semakin besar.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 472/MENKES/PER/V/1996 tentang pengamanan bahan berbahaya bagi kesehatan, mencantumkan klorin sebagai bahan kimia bersifat racun dan iritasi.

Untuk pembalut wanita, haruslah bersih dan tidak mengandung kotoran atau zat asing, tidak berbau, hingga tidak menyebabkan iritasi atau efek yang dapat membahayakan bagi organ intim wanita. 

Berikut adalah tips cara mengatahui ada tidaknya kandungan klorin di dalam pembalut yang biasa anda gunakan.
1. Sobeklah produk pembalut yang biasa anda gunakan, lalu ambil bagian inti di dalamnya.
2. Ambillah segelas air putih. Upayakan menggunakan gelas yang transparan, sehingga air bisa terlihat lebih jelas.
3. Comot sebagian lembar inti pembalut yang biasa anda gunakan, kemudian celupkan ke dalam air tersebut. Lalu aduklah dengan sumpit.
4. Sekarang lihat, apakah ada perubahan warna air di dalam gelas tersebut. Jika bahan pembalut higienis dan bersih, maka seharusnya air akan tetap jernih.
5. Lihat juga apakah produk pembalut tetap utuh atau hancur seperti pulp atau bubur kertas. Jika jawabannya hancur dan airnya keruh, maka ini artinya produk pembalut yang anda gunakan mengandung zat kimia berbahaya pemutih atau klorin.
Bahaya yang timbul akibat menggunakan pembalut berpemutih bisa mempengaruhi kesehatan daerah kewanitaan seperti kanker serviks, demikian menurut Handrawan Nadesul, penulis buku dan praktisi kesehatan. Dokter yang juga dikenal sebagai motivator kesehatan ini juga mengungkapkan bahwa pembalut wanita bisa menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker kandung kemih dan kanker usus.
Handrawan menyarankan untuk cara mencegah bahaya dari menggunakan pembalut yang mengandung klorin, yaitu agar wanita mengganti pembalut dengan kain, khususnya handuk, yang sudah jelas aman. Tapi ia setuju bahwa daya serap pembalut memang lebih dahsyat sehingga mungkin akan sulit bagi banyak wanita untuk tidak menggunakan pembalut wanita yang kini banyak dijual.