Laman

Tampilkan postingan dengan label Susan Husnul Khotimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Susan Husnul Khotimah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2016

Dampak pembakaran bahan fosil terhadap lingkungan



Dampak Pembakaran Bahan Fosil Terhadap Lingkungan



            Pencemaran akibat pembakaran bahan bakar fosil umumnya terjadi karena pembakaran yang tidak sempurna dan akibatnya adanya pengotor dalam bahan bakar tersebut. Bahan bakar fosil mengandung senyawa hidrokarbon. Pada pembakaran sempurna senyawa hidrokarbon akan dihasilkan karbondioksida dan uap air. Akan tetapi, jika udara untuk pembakaran tidak mencukupi maka pembakaran akn berlangsung tidak sempurna dan akan menghasilkan karbonmonoksida disamping karbondioksida. Jika udara sangat kurang, maka pembakaran juga dapat menghasilkan jelaga, yaitu partikel karbon yang tidak terbakar.
            Bahan bakar fosil, khususnya batu bara biasanya mengandung sedikit belerang dioksida. Batu bara juga mengandung berbagai senyawa logamsebagai pengotior. Oleh karena itu, pembakaran batu bara akan meninggalkan abu. Abu tersebut terutama mengandung oksida-oksida logam.
            Pembakaran bensin dalam mesin kendaraan mengakibatkan pelepasan berbagai zat yang dapat mengakibatkan pencemaran udara. Dalam bensin ditambahkan berbagai aditif untuk menaikkan nilai oktannya. Salah satu diantaranya, yaitu TEL [Pb(C2H5)]. Pembakaran TEL akan menghasilkan timbal (II) oksida yang dapat menempel pada silinder. Oleh karena itu, kedalam bensin bertimbal ditambahkan juga etilen bromide, yang berfungsi sebagai scavenger. Senyawa ini akan mengubah timbal (II) oksida menjadi timbal (II) bromida yang mudah menguap dan keluar bersama asap kendaraan.
            Beberapa zat pencemar akibat pembakaran bensin pada kendaraan bermotor adalah sebagai berikut.
Zat Pencemar
Sumber
Dampak Terhadap Lingkungan
CO2
Pembakaran bahan bakar.
Pemanasan global/efek rumah kaca.
CO
Pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna.
Bersifat racun dan dapat mengakibatkan kematian jika konsentrasi CO di udara mencapai 0,1%.
NOx (NO, NO2)
Pembakaran bahan bakar pada suhu tinggi dimana nitrogen dalam udara ikut teroksidasi.
Hujam asam dan smogfotokimia.
Pb
Penggunaan bensin yang menggunakan aditif senyawa timbal.
Timbal bersifat racun.
            Bensin (bahan bakar) mengandung hidrokarbon C6 – C12, dalam mesin kendaraan (silinder) campuran bahan bakar dan udara terbakar cepat oleh bunga api listrik. Pembakaran tidak sempurna, sehingga menghasilkan gas-gas yang terdapat dalam asap kendaraan bermotor dan dapat menimbulkan kerugian.
Gas-gas tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.
1.      Karbon Dioksida (CO2)
                 Sebenarnya karbon dioksida tidak berbahaya bagi manusia. Akan tetapi, karbon dioksida tergolong gas rumah kaca, sehingga peningkatan kadar CO2 di udara dapat mengakibatkan peningkatan suhu permukaan bumi. Peningkatan suhu karena meningkatnya kadar gas-gas rumah kaca di udara disebut pemanasan global. Pemanasan global dapat memengaruhi iklim, mencairkan sungkup es di kutub dan berbagai rangkaian akibat lainnya yang mungkin belum sepenuhnya dimengerti. Gas-gas yang berperan dalam efek rumah kaca adalah sebagai berikut.
a)      Karbon dioksida (CO2)
          Gas karbon dioksida merupakan gas rumah kaca yang paling peting karena kelimpahannya di atmosfer paling banyak.
b)     Uap air
          Kelimpahannya di udara juga cukup besar, tetapi kurang mendapatkan perhatian karena keberadaannya tidak terkait dengan aktivitas manusia.
c)      Metana
          Kelimpahannya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan karbon dioksida dan uap air. Akan tetapi, metana mempunyai efek rumah kaca yang lebih kuat daripada karbon dioksida permolekulnya. Metana terbentuk sebagai hasil penguraian sisa tumbuh-tumbuhan.

2.      Karbon Monoksida (CO)
                 Gas karbon monoksida tidak berwarna dan tidak berbau, oleh karena itu, kehadirannya tidak segera diketahui. Gas CO bersifat racun, dapat menimbulkan rasa sakit pada mata, saluran pernapasan dan paru-paru. Bila masuk dalam darah melalui pernapasan , CO bereaksi dengan haemoglobin dalam darah membentuk COHb (karbon dihemoglobin).

CO       +          Hb                                            COHb

                 Seperti kita ketahui, Hb ini seharusnya bereaksi dengan oksigen menjadi O2Hb (oksihemoglobin) dan membawa oksigen yang diperlukan ke sel-sel jaringan tubuh.

O         +          Hb                                            O2Hb

                 Akan tetapi, afinitas CO terhadap sekitar 300 kali lebih besar daripada O2, bahkan Hb yang telah mengikat oksigen dapat diserang oleh CO.
                 Jadi, CO menghalangi fungsi fital Hb untuk membawa oksigen bagi tubuh. Ambang batas CO di udara sebesar 20 ppm. Udara dengan kadar CO lebih dari 100 ppn akan menimbulkan sakit kepala dan gangguan pernapasan. Kadar yang lebih tinggi lagi dapat mengakibatkan kematian. Salah satu cara mencegah peningkatan gas CO di udara adalah dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan pemasangan pengubahan katalitik (catalytic converter) pada knalpot kendaraan bermotor.

3.      Oksidasi Belerang (SO2 dan SO3)
                 Belerang oksidasi, apabila terhisap oleh pernapasan akan bereaksi dengan air dalam saluran pernapasan, dan membentuk asam sulfit yang akan merusak jaringan dan menimbulkan rasa sakit. Apabila SO3 yang terhisap maka yang terbentuk adalah asam sulfat dan asam ini lebih bebahaya. Oksidasi belerang dapat pula larut dalam air hujan dan menyebabkan apa yang yang disebut hujan asam. Air hujan biasanya sedikit bersifat asam, dengan pH sekitar 5,7. Hal ini terjadi karena air hujan tersebut melarutka gas CO2 yang terdapat dalam udara, membentuk asam karbonat (H2CO3).

CO2(g)               +          H2O(l)                                                    H2CO3(aq)

               Air hujan dengan pH yang lebih rendah dari 5,7 disebut hujan asam. Polutan yang menyebabkan hujan asam adalah oksida belerang (SO2) dan SO3 dan nitrogen dioksida (NO2). Oksida-oksida tersebut adalah larutan dalam air.
Masalah yang ditimbulkan oleh hujan asam adalah sebagai berikut.
a.      Kerusakan hutan
                    Hujan asam membawa akibat buruk pada tanaman. Hujan asam membilas unsure hara penting seperti kalsium dan magnesium. Hujan asam membuat tanah menjadi bersifat asam dan halini tidak baik bagi tumbuhan. Pada saat yang sama, hujan asam membentuk ion aluminium yang merupakan racun bagi tumbuhan. Banyak hutan yang mengalami kerusakan akibat hujan asam. Belerang dioksida (SO2), dalam bentuk gas juga dapat mematikan daun tumbuhan.
b.      Kematian biota air
                    Air di berbagai sungai dan danau telah menjadi asam karena hujan asam. Ikan dan tumbuhan air tidak dapat hidup dalam air yang bersifat asam. Ion aluminium dapat mengganggu mekanisme insang ikan, sehingga ikan akan menjadi kekurangan oksigen. Ribuan sungai dan danau dewasa ini tanpa kehidupan. Keasaman air sungai dan danau tidak semata disebabkan hujan asam, tetapi juga karena mendapat air buangan yang bersifat asam.
c.       Kerusakan bangunan
                    Hujan asam berakibat buruk terhadp bahan bangunan biasa, seperti batu kapur, marmer, dan beton. Bahan bangunan tersebut, sedikit atau banyak, mengandung kalsium karbonat (CaCO3). Kalsium karbonat larut dalam asam. Reaksinya dengan asam nitrat berlangsung sebagai berikut.

CaCO3(s)     +     2HNO3(aq)                          Ca(NO3)2(aq)     +     H2O(l)     +     CO2(g)

Cara-cara menangani hujan asam adalah sebagai berikut.
a.      Menetralkan asamnya dengan kalsium karbonat
                        Danau yang telah menjadi asam dapat dinetralkan dengan suatu basa. Biasanya digunakan kalsium karbonat, suatu basa yang relatif murah.
b.      Mengurangi emisi SO2
            Penyebab utama hujan asam adalah SO2 yang berasal dari pusat pembangkit tenaga, yaitu dari pembakaran batu bara. Batu bara mengandung sedikit 1% belerang. Idealnya, belerang dipisahkan dari batu bara sebelum pembakaran. Akan tetapi, hal ini sangat sukar dilakukan. Hal yang mungkin dilakukan adalah dengan menyerap belerang dioksida sebelum memasuki cerobong asap. Untuk tujuan tersebut dapat digunakan kalsium karbonat. Belerang dioksida bereaksi dengan kalsium karbonat membentuk kalsium sulfit. Kalsium sulfit kemudian dapat dioksidasi lebih lanjut membentuk kalsium sulfat. Kalsium sulfat yang dihasilkan dapat digunakan untuk membuat plester tembok/plamir. Akan tetapi, proses ini cukup mahal dan dapat menaikkan harga listrik sekitar 10%.
c.       Mengurangi emisi Oksida Nitrogen 
            Pengurangan emisi oksida nitrogen akan mengurangi asam nitrat dalam air hujan. Selain itu karena oksida nitrogen juga berperan sebagai katalis pada pembentukkan ozon dan asam sulfat. Oksida nitrogen (NOx) terutama berasal dari mesin kendaraan bermotor. Oleh karena itu, salah satu cara mengurangi emisi NOx dilakukan dengan mengontrol pembakaran dalam mesin. Misalnya dengan mengatur suhu mesin dan perbandingan bahan bakar terhadap udara. Emisi NOx juga dapat dengan mengurangi kecepatan kendaraan. Persentase oksida nitrogen dalam gas buangan kendaraan dapat berkurang dari sekitar 0,11% pada kecepatan 110 km/jam menjadi sekitar 0,03 pada kecepatan 50 km/jam. Cara lainnya adalah dengan memasang pengubah katalitik pada knalpot kendaraan.

4.      Oksida Nitrogen (NO dan NO2)
                 Campuran NO dan NO3 sebagai pencemaran udara biasa ditandai dengan lambang NOx. Ambang batas NOx di udara adalah 0,005 ppm. NOx dinudara tidak beracun (secara langsung) pada manusia, tetapi NOx ini bereaksi dengan bahan-bahan pencemar lain dan menimbulkan fenomena asbut (asap-kabut) atau smog dalam bahasa Inggris. Asbut menyebabkan berkurangnya daya pandang, iritasi pada mata dan saluran pernapasan, menjadikan tanaman layu dan menurunnya kualitas materi.

5.      Partikel Timah Hitam
                 Senyawa timbel di udara dapat mengendap pada tanaman sehingga bahan makanan terkontaminasi. Kadar timbel dalam darah penduduk daerah perkotaan banyak yang mencapai tingkat yang dapat menyebabkan gejala keracunan timbel. Keracunan timbel yang ringan menyebabkan sakit kepala, mudah teriritasi, mudah lelah, dan depresi. Keracunan yang lebih hebat menyebabkan kerusakan otak, ginjal, dan hati. Para ahli mensinyalir bahwa penyimpangan perilaku, seperti vandalisme dan holiganisme mungkin sebagian disebabkan karena keracunan timbel.
Langkah-langkah mengatasi dampak dari pembakaran bensin adalah sebagai berikut.
a.      Produksi bensin yang ramah lingkungan, seperti tanpa zat aditif timbel (Pb).
b.      Penggunaan EFI (Elektronic Fuel Injection) pada system bahan bakar.
c.       Penggunaan converter katalik pada system buangan kendaraan (knalpot).
d.      Penghijauan atau pembuatan taman dalam kota.
e.    Penggunaan bahan bakar alternative yang dapat diperbarui dan yang lebih ramah. lingkungan, seperti tenaga surya dan sel bahan bakar (fuel cell). 





Sumber :
Sulistiyaningsih. Star Platinum Buku Ajar Kimia Kelas X. Solo: Putra Kertonatan.

Sabtu, 19 Maret 2016

MANFAAT KIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI



“Manfaat Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari”

Berbicara tentang kimia, tanpa disadari atau tidak sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari manusia dikelilingi oleh kimia. Banyak sekali hal-hal yang terkait dengan kimia dalam kehidupan manusia sehari-hari, mulai dari makanan, pakaian, bahan bakar, obat-obatan, bahan bangunan, bahan industri, dan bahan produk yang melibatkan ilmu kimia.  Ilmu kimia merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat-sifat, struktur, komposisi, dan perubahan materi. Ilmu kimia sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia sehari-hari.
Setiap orang mempunyai pandangan tersendiri terhadap ilmu kimiadan peranan ilmu kimia bagi kehidupan. Ada yang berpandangan negatif, ada pula yang berpandangan menerima kehadirannya. Mereka yang berpandangan negatif adalah orang-orang yang belum memahami betapa pentingnya peranan ilmu kimia dalam kehidupan, kurangnya ilmu pengetahuan tentang ilmu kimia bisa menjadi penyebab utamanya. Mereka menganggap bahwa hal-hal yang berkaitan dengan kimia akan berhubungan dengan zat-zat berbahaya yang mengandung racun. Berikut ini adalah bahan kimia yang digunakan sehari-hari dalam kehidupan manusia.

Bahan Kimia dalam Rumah Tangga
Di dalam rumah tangga, penggunaan bahan kimia banyak digunakan dan sering kali tanpa disadari. Bahan kimia rumah tangga secara umum dikelompokkan sebagai bahan pembersih, bahan pemutih, bahan pewangi, dan bahan pembasmi serangga.
1.       Bahan Pembersih
Banyak jenis bahan pembersih yang digunakan dalam rumah tangga, seperti pembersih pakaian, tubuh, lantai, dan kendaraan. Pembersih apakah yang digunakan di rumahmu?
a. Sabun
Sabun pada rumah tangga secara garis besar digunakan untuk mencuci dan mandi. Banyak jenis sabun yang beredar di masyarakat baik dari bentuk maupun mereknya. Sabun mandi merek apa yang kamu gunakan? Mengapa kamu memilih sabun tersebut?



1) Sabun cuci dan detergen
Tahukah kamu bahan baku pembuatan sabun cuci? Pembuatan sabun cuci menggunakan minyak kelapa atau minyak sawit, lemak hewan, dan natrium hidroksida (NaOH) sebagai bahan utamanya.
Kemudian, ditambahkan dengan bahan pewarna dan pewangi, seperti minyak sereh, parfum lavender, dan jeruk nipis. Samakah bahan utama sabun pencuci pakaian dengan pencuci piring?
Bahan pembuat detergen biasanya menggunakan natrium hidroksida dan benzena sulfanat sebagai pengganti minyak kelapa. Kemudian, campuran ini ditambahkan natrium karbonat, natrium silikat, pewarna, dan pewangi.
Hasilnya, berbentuk pasta (sabun colek), sedangkan butiran–butiran kecil pada detergen didapat dengan mengeringkan pasta, lalu ditiup dengan menggunakan alat.
Tidak hanya pakaian dan piring yang mempunyai sabun pencuci, kendaraan juga mempunyai sabun pencuci khusus yang meng hasilkan sedikit busa dan mengandung zat yang mengilapkan kendaraan. Mengapa detergen pakaian kurang baik untuk mencuci kendaraan?
2) Sabun mandi
Sabun mandi mempunyai bahan yang sama dengan sabun cuci, tetapi natrium hidroksida (NaOH) diganti dengan kalium hidroksida (KOH) karena sifat kalium hidroksida lebih lunak terhadap kulit. Kemudian, bahan tersebut ditambahkan zat pewarna, aroma pewangi atau terapi, dan zat pelembab (mouisturizer).
Sabun mandi dapat dibagi menjadi sabun mandi buat tubuh dan sabun pembersih muka. Sabun pembersih muka sering ditambahkan zat antijerawat, madu, dan zat pelembab yang lebih banyak untuk menghindari kulit kering pada wajah. Apakah kamu menggunakan sabun pembersih muka?

b. Pasta Gigi
Bahan utama pasta gigi adalah potasium hidroksida atau kalium hidroksida (KOH), natrium karbonat sebagai pengawet, gliserin sebagai pengganti minyak kelapa, dan tepung talk untuk membuat padat.
Pada campuran tersebut ditambahkan minyak permen atau mentol dan gula pasir. Kemudian, ditambahkan fluor dan sering dilengkapi dengan CaGP (Calsium Glyserophosphate) serta Sodium Monofluorophosphate.

c. Pembersih Lantai
Bahan utama perbersih lantai adalah bahan yang bersifat disinfektan atau pembasmi hama, terutama bakteri patogen, spora jamur, dan bakteri lain yang sering terdapat di lantai rumah kita.
Bahan utama yang banyak digunakan untuk pembersih lantai adalah karbol, selain isopropanol, kresol, dan formaldehid. Kemudian, diberi tambahan bahan pembersih (sabun), pewangi, dan pewarna.
Zat disinfektan atau pembunuh kuman penyakit diantaranya adalah benzalkonium klorida. Air merupakan bahan terbanyak untuk bahan pembersih lantai. Ketika akan dipakai, disinfektan harus diencerkan dengan menambahkan air secukupnya. Disinfektan apa yang digunakan di rumahmu?

d. Sampo
Bahan pembuatan sampo adalah bahan pembuat sabun mandi yang biasanya ditambahkan dengan bahan–bahan alami, seperti urangaring untuk menghitamkan rambut, lidah buaya untuk menyuburkan rambut, dan sari jeruk nipis untuk menghindari gatal–gatal pada kulit kepala.

2.       Bahan Pemutih
Pemutih pakaian digunakan untuk menghilangkan noda membandel yang menempel pada pakaian, serta dapat membunuh bakteri. Pemutih tersedia dalambentuk larutan maupun serbuk. Pemutih juga digunakan sebagai disinfektan.
Pemutih yang beredar dipasaran, umumnya mengandung senyawa hipoklorit sebagai bahan aktifnya. Latutan pemutih mengandungsenyawa natrium hipoklorit (NaClO) dengan kadar 5,25 % ; sedangkan serbuk pemutih mengandung senyawa kalsium hipoklorit, Ca(ClO)2. Senyawa hipoklorit mudah melepaskan klorin. Dalam kadar tinggi klorin dapat merusak pakaian. Pemutih Hipoklorit tidak baik untukbahan poliester, sebab lebih memberikesan kuning daripada memutihkan. Pemutih merupakan bahan kimia yang sangat reaktif. Mencampur bahan pemutih dengan bahan rumah tangga lainnya dapat sangat berbahaya. Misalnya, jika pemutih dicampur dengan pembersih klosetyang mengandung asam klorida dapat menghasilkan gas klorin. Gasklorin dapat merusak saluran pernafasan, dan jika kadarnya cukup besar dapat mematikan. Mencampur pemutih dengan ammonia juga menghasilkan gas beracun, yaitu kloramin (NH2Cl) dan hidrazin (N2H4). Oleh karena itu jangan sekali-kali mencampur pemutih dengan bahan lain tanpa petunjuk atau pengetahuna yang jelas.

3.       Bahan Pewangi
 
 
Senyawa yang digunakan sebagai bahan pewangi biasanya diperoleh dari alam, misalnya tananman melati dan mawar. Namun para ahli juga berupaya mendapatkan senyawa buatan (sintesis) yang lebih murah daripada yang alami. Seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan ini semakin berkembang. Pewangi atau parfum digunakan pada setiap produk, mulai dari produk kebutuhan wanita, hingga produk kebutuhan rumah tangga
seperti cairan pembersih bahkan obat anti nyamuk. Produk yang memiliki wewangian yang khas dan menarik memang cukup digemari oleh masyarakat, karena memang kesan bersih, segar dan menyenangkan akan ditimbulkan dari wewangian tersebut. Namun apakah penambahan zat pewangi atau parfum pada beberapa produk harian atau kosmetik tersebut aman bagi penggunanya? Bagaimana dengan ibu hamil yang mengirupnya apakah wangi tersebut benar-benar murni terbuat dari campuran bunga dan buah seperti yang dicantum pada kemasan atau pada iklan produk tersebut. Mungkinkah kita mendapatkan wewangian yang benar-benar asli dan aman dengan harga yang sangat murah?



4.       Bahan Pembasmi Serangga


Kita sering menggunakan obat nyamuk untuk mengusir nyamuk, begitupun petani yang menggunakan obat pembasmi serangga untuk membunuh belalang, atau kumbang penggerek. Bahan Pembasmi serangga tergolong zat yang bersifat racun. Zat ini tidak hanya beracun bagi serangga, tetapi juga bagi berbagai jenis hewan lain, bahkan bagi manusia. Adapun macam-macam obat pembasmi serangga yaitu Dichloro Diphenyl Trichloroethana (DDT), aldrin, dieldrin, dan endrin. Meskipun demikian, obat pembasmi serangga juga berbahaya jika digunakan secara berlebihan. Efek samping obat pembasmi serangga dalam dunia pertanian dapat merusak kesehatan karena terutama kesehatan petani yang menggunakannya. Oleh karena itu sebaiknya diperhatikan cara pengggunaannya. DDT yang sering digunakan dirumah terutama untuk membasmi nyamuk.


Manfaat Ilmu Kimia dalam Berbagai Bidang

1.      Manfaat Ilmu Kimia dalam Bidang Biologi
Ilmu Kimia dalam bidang biologi khususnya mempelajari tentang makhluk hidup (hewan dan tumbuhan). Proses kimia yang berlangsung dalam makhluk hidup meliputi pencernaan makanan, pernapasan, metabolisme, fermentasi, fotosintesis, dan lain-lain. Mempelajari hal tersebut, diperlukan pengetahuan tentang struktur dan sifat senyawa yang ada, seperti karbohidrat, protein, vitamin, enzim, lemak, asam nukleat dan lain sebagainya.

2.      Manfaat Ilmu Kimia dalam Bidang Pertanian
Kesuburan tanah perlu dipulihkan kembaliuntuk mengembalikan kesuburan tanah perlu dilakukan penambahan pupuk, sedangkan hama dapat diatasi dengan penambahan pestisida. Manfaat dan bahaya penggunaan pupuk dan pestisida harus dipahami, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penggunaannya. Pupuk dan pestisida adalah produk dari ilmu kimia. Oleh karena itu, perlu mempelajari ilmu Kimia agar dapat memahami bahan-bahan kimia yang terkandung dalam pupuk tersebut agar tidak membahayakan bagi ekosistem sawah.

3.      Manfaat Ilmu Kimia dalam Bidang Kosmologi
Kosmologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan sejarah alam semesta dalam skala besar. Secara khusus, ilmu ini berhubungan dengan asal mula dan evolusi dari suatu subjek. Ilmu kimia memberikan gambaran tentang evolusi itu terjadi, yaitu dengan mempelajari partikel-partikel yang menyusun alam semesta ini.

4.      Manfaat Ilmu Kimia dalam Bidang Hukum
Bidang hukum secara langsung memang tidak ada hubungannya dengan ilmu kimia, tetapi manfaat ilmu kimia dalam bidang hukum ini dapat dirasakan ketika diberlakukannya pemeriksaan peralatan bukti kriminalitas (kriminologi). Bagian tubuh tersangka dapat diperiksa dengan memeriksa struktur DNA-nya, karena struktur DNA setiap orang berbeda-beda, dan pemeriksaan ini melibatkan ilmu kimia.

5.      Manfaat Ilmu Kimia dalam Bidang Geologi
Bidang ini berkaitan dengan penelitian batu-batuan (mineral) dan pertambangan gas serta minyak bumi. Proses penentuan unsur-unsur yang menyusun mineral dan tahap pendahuluan untuk eksplorasi ini, menggunakan dasar-dasar ilmu kimia. Manfaat ilmu kimia dalam bidang ini untuk membantu mengklasifikasikan unsur-unsur yang ditemukan, memahami serta mengerti temuan para peneliti tentang bebatuan atau benda-benda alam.

6.      Manfaat Ilmu Kimia dalam Bidang Mesin
Manfaat Ilmu kimia juga bisa mengenai bidang permesinan, yaitu mempelajari sifat dan komposisi logam yang baik untuk pembuatan mesin, mempelajari sifat komposisi bahan bakar dan minyak pelumas mesin.

7.      Manfaat Ilmu Kimia dalam Bidang Fisika
Kimia fisik melibatkan penerapan prisip-prisip fisika terhadap materi pada tingkat atom dan molekul. Kimia berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara materi dan energi, terutama dalam hubungan dengan hukum pertama termodinamika
Kimia fisika digunakan untuk membantu penemuan material-material baru dalam bidang listrik, seperti semikonduktor, magnet, dan lain sebagainya.

8.      Manfaat Ilmu Kimia dalam Bidang Psikologi
Psikologi dikenal dengan metodologi eksperimental sebagai salah satu metodologi dalam psikologi. Metodologi ini dilakukan dalam laboratorium dengan mengadakan eksperimen yang terkait dengan ilmu kimia.

9.      Manfaat Ilmu Kimia dalam Bidang Kedokteran
Manfaat ilmu kimia pada kehidupan manusia dalam bidang kedokteran yaitu untuk membantu penyembuhan pasien yang mengidap suatu penyakit, dengan menggunakan obat-obatan yang dibuat berdasarkan hasil riset terhadap proses dan reaksi bahan-bahan kimia yang dilakukan dalam cabang kimia farmasi.

10.  Manfaat Ilmu Kimia dalam Bidang Teknik Sipil
Bahan-bahan yang digunakan dalam bidang teknik sipil ini adalah semen, kayu, cat, paku, besi, paralon (pipa PVC), lem dan lain sebagainya. Semua bahan tersebut dihasilkan melalui riset yang berdasarkan ilmu kimia. Manfaat ilmu kimia dalam hal ini bertujuan agar bahan-bahan bangunan tersebut dapat diketahui kelebihan serta kekurangannya, sehingga dapat meminimalisir kecelakaan atau kerugian pada akhirnya.

Masih banyak lagi manfaat kimia didalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, baik dalam bidang informasi, komunikasi dan IPTEK. Ilmu kimia juga semakin berkembang secara siknifikan, ini ditandai dengan digunakannya ilmu kimia dalam produk-produk yang dihasilkan manusia, seperti : sabun, detergen, pasta gigi, sampo, kosmetik, obat, dan produk-produk yang dibutuhkan lainnya. Maka tidaklah heran jika ilmu kimia juga penting untuk dipelajari agar dalam hidup kita tidak terjadi penyalahgunaan ilmu kimia dalam kehidupan kita. Semoga bermanfaat..






Sumber :