Cuci darah atau dialysis merupakan suatu metode yang ditempuh oleh
penderita gagal ginjal untuk melakukan proses penyaringan darah.

1.
Muntah-Muntah
2.
Gatal pada kulit
3.
Lemas
4.
Koma
5.
Pembengkakan pada kaki dan lengan
Mengerikan? Iya, itulah yang akan
terjadi apabila ginjal tidak mampu membuang sisa-sisa metabolisme tubuh. Bagi
pasien gagal ginjal, metode cuci darah atau dialysis ini sangatlah penting untuk
mencegah terjadinya hal-hal tersebut sebagai akibat dari gagal ginjal.
Proses cuci darah atau dialysis
sendiri dibagi menjadi 2 metode, yaitu :
PERITONEAL DIALYSIS

1. Peritonitis – Peritonitis merupakan
suatu infeksi yang terjadi pada bagian peritoneum, yang pada metode peritoneal
dialysis ini digunakan sebagai tempat untuk menyaring darah. Kondisi peralatan
yang tidak steril dapat menyebabkan kondisi peritonitis ini. Peritonitis
sendiri memeiliki beberapa gejalanya yaitu :
1.
Demam Tinggi
2.
Nausea
3.
Muntah
4.
Sakit pada bagian perut
2. Hernia – Hernia merupakan salah
satu gejala yang timbul sebagai efek samping dari cuci darah menggunakan metode
peritoneal dialysis. Hal ini disebabkan karena adanya cairan yang bertahan
sangat lama pada bagian rongga peritoneal dapat memicu terjadinya ketegangan
pada bagian otot perut, yang mengakibatkan terjadinya hernia.
3. Kenaikan Berat Badan – Cairan
dialysis yang dimasukkan ke dalam tubuh ketika proses cuci darah dengan metode
ini, berlangsung dengan memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Hal ini
akan berefek langsung terhadap berat badan yang akan naik secara drastis karena
tingginya kandungan gula yang masuk ke dalam tubuh pasiennya.
HEMODIALYSIS

1. Tekanan Darah Rendah – Tekanan
darah rendah atau hipotensi, merupakan salah satu efek samping yang umum
terjadi pada pasien yang menggunakan metode hemodialysis. Hal ini terjadi
karena kurangnya cairan yang terdapat di dalam tubuh. Hipotensi atau tekanan
darah rendah ini dapat menyebabkan :
1.
Nausea
2.
Pusing
3.
Sakit kepala
2. Infeksi Bakteri Staphylococcal –
Bakteri staphylococcal merupakan jenis bakteri yang mungkin dapat menginfeksi
dan berkembang dalam proses cuci darah hemodialysis ini. Bakteri ini dapat
menyebabkan infeksi pada bagan kulit, seperti kulit yang terasa tebakar.
3. Sepsis – Sepsis merupakan
keadaan dimana infeksi bakteri staphylococcal yang sudah menjalar melalui darah
ke organ-organ lain, atau bisa disebut blood poisoning (keracunan darah).
Gejala sepsis ini antara lain :
1.
Demam Tinggi ( diatas 38 derajat celcius )
2.
Pusing – pusing
4. Kram pada otot – Kram dapat
terjadi karena hilangnya atau berkurangnya cairan tubuh, dan biasanya akan
merasakan kram pada bagian kaki.
5. Gatal pada kulit – Kandungan
potasium yang tinggi dianggap menjadi penyebab dari gatal-gatal ini. Pasien
yang melakukan metode cuci darah hemodialysis biasanya akan mengalami rasa
gatal pada bagian tubuh mereka.
6. Insomnia – Insomnia atau
kesulitan tidur merupakan efek samping lain yang dapat terjadi sebagai akibat
dari metode cuci dara hemodialysis ini.
7. Sakit pada tulang dan persendian
– Sakit pada tulang dan persendian merupakan salah satu efek samping yang
ditimbulkan karena kekurangan cairan pada tubuh. Hal ini juga akan menambah
tingkat kelelahan dari tubuh pasien. Kedua metode cuci darah memiliki efek
samping yang sama-sama terjadi dikedua metode tersebut. Efek samping yang
paling terasa ketika melakukan proses cuci darah secara umum ini adalah :
1. Kelelahan
Kelelahan ini merupakan efek
samping paling umum dari cuci darah atau dialysis, baik peritoneal dialysis
maupun hemodialysis. Kelelahan ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :
1.
Hilangnya fungsi ginjal normal
2.
Merupakan
efek langsung dari dialysis terhadap tubuh
3.
Pantangan – pantangan yang diberikan sebelum
melakukan dialysis
2. Kondisi Fisik Yang Lemah
Kondisi fisik yang lemah merupakan
salah satu efek samping yang ditimbulkan oleh proses cuci darah, baik
peritoneal ataupun hemodialysis. Hal ini disebabkan oleh asupan nutrisi yang
sedikit karena banyaknya pantangan makanan yang tidak boleh dikonsumsi,
sehingga tubuh akan terasa lemas dan aangat mengganggu aktivitas.
3. Stress dan Rasa Cemas
Tidak hanya kondisi fisik yang
menurun sebagai akibat dari proses cuci darah, namun juga kondisi mental dari
pasien akan ikut turun. Hal ini disebabkan oleh, selain asupan nutrisi yang
cukup, pasien juga memiliki kecemasan dan khawatir dengan kondisi tubuhnya sendiri,
sehingga akan menimbulkan stress, yang tentunya akan sangat mengganggu kondisi
mental dari pasien.
4. Menghabiskan Uang
Ini bukan merupakan efek samping
terhadap tubuh, namun efek samping yang ditimbulkan dari segi ekonomi. Biaya
cuci darah atau dialysis yang tidak sedikit, serta obat-obatan yang harus
ditebus akan sangat mengganggu kondisi neraca keuangan yang dimiliki oleh
pasien.
Itulah beberapa efek samping yang
dapat ditimbulkan karena proses cuci darah yang dilakukan oleh pasien. Solusi
terbaik untuk mengobati penyakit gagal ginjal yang sudah kronis adalah
melakukan pencangkokan ginjal. Namun demikian, tentunya lebih baik mencegah
daripada mengobati, bukan?? anda harus merubah pola hidup anda menjadi gaya
hidup sehat, agar terhindar dari berbagai macam masalah penyakit seperti gagal
ginjal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar