Korosi terjadi karena adanya
reaksi antara logam dan zat-zat disekitarnya. Pada karatan, karatan bisa
terjadi karena udara yang lembab (oksigen dan air) mengorosi (bereaksi)
terhadap besi sehingga muncul zat baru yaitu zat padat berwarna coklat
kemerahan. Korosi terjadi karena adanya reaksi redoks (logam mengalami
oksidasi, sedangkan oksigen mangalami reduksi. Pada umumnya, karat pada besi
itu merupakan oksida atau karbonat, yang berwarna coklat kemera-merahan dengan
rumus kimia: Fe2O3 x H2O. Karat pada besi dapat mengelupas sehingga
permukaannya yang terbuka itu mengalami korosi.
korosi sendiri merupakan proses elektrokimia,
yaitu proses (perubahan / reaksi kimia) yang melibatkan adanya aliran listrik.
Bagian tertentu dari besi berlaku sebagai kutub negatif (elektroda negatif,
anoda), sementara bagian yang lain sebagai kutub positif (elektroda positif,
katoda). Elektron mengalir dari anoda ke katoda, sehingga terjadilah peristiwa
korosi.besi mengalami oksidasi. Rumus kimianya ialah:

Elektron yang dibebaskan dalam
oksidasi akan mengalir ke bagian lain untuk mereduksi oksigen. Dalam rumus
kimia dapat dituliskan sebagai berikut:

Ion besi(II) yang terbentuk pada
anode akan teroksidasi membentuk besi(III) yang kemudian membentuk senyawa
oksida terhidrasi Fe2O3 x H2O yang disebut
karat.
Berdasarkan pengetahuan tentang
mekanisme korosi, dapat kita simpulkan mengenai faktor-faktor apa yang menyebabkan
terbentuknya korosi pada logam sehingga korosi dapat dihindari.
Percobaan / Praktikum
Faktor-Faktor yang Dapat Menyebabkan Korosi
Tujuan :
Menjelaskan faktor-faktor yang
dapat menyebabkan korosi.
Alat :
Tabung reaksi
Paku
Ampelas
Bahan :
Air
CaCl2
Oli
NaCl 0,5%
Aseton
Langkah Kerja :
Sediakan 5 buah tabung.
Masing-masing diisi dengan paku yang permukaannya sudah diampelas dan
dibersihkan dengan aseton.
Tabung 1 diisi dengan sedikit air
agar sebagian paku terendam air dan sebagian lagi bersentuhan dengan udara.
Tabung 2 diisi dengan udara tanpa
uap air (tambahkan CaCl2 untuk menyerap uap air dari udara) dan
tabung ditutup rapat.
Tabung 3 diisi dengan air tanpa
udara terlarut, yaitu air yang sudah dididihkan dan tabung ditutup rapat.
Tabung 4 diisi dengan oli agar
tidak ada udara maupun uap air yang masuk.
Tabung 5 diisi dengan sedikit
larutan NaCl 0,5% (sebagian paku terendam larutan dan sebagian lagi bersentuhan
dengan udara.
Amati perubahan yang terjadi pada
paku setiap hari selama 3 hari.
Pertanyaan :
Bagaimana kondisi paku pada
setiap tabung reaksi? Pada tabung manakah paku berkarat dan tidak berkarat?
Apa kesimpulan Anda tentang
percobaan ini? Diskusikan dengan teman sekelompok Anda.
Setelah dibiarkan beberapa hari,
logam besi (paku) akan terkorosi yang dibuktikan oleh terbentuknya karat (karat
adalah produk dari peristiwa korosi).Korosi dapat terjadi jika ada udara
(khususnya gas O2) dan air. Jika hanya ada air atau
gas O2 saja, korosi tidak terjadi. Adanya garam terlarut dalam air
akan mempercepat proses korosi. Hal ini disebabkan dalam larutan garam terdapat
ion-ion yang membantu mempercepat hantaran ion-ion Fe2+ hasil
oksidasi.
Kekerasan karat meningkat dengan
cepat oleh adanya garam sebab kelarutan garam meningkatkan daya hantar ion-ion
oleh larutan sehingga mempercepat proses korosi. Ion-ion klorida juga membentuk
senyawa kompleks yang stabil dengan ion Fe3+. Faktor ini cenderung
meningkatkan kelarutan besi sehingga dapat mempercepat korosi
Kesimpulan yang menyebabkan karat
pada besi:
1. Kelembabanudara
2. Elektrolit
3. Zat
terlarut pembentuk asam (CO2, SO2)
4. Adanya
O2
5. Lapisanpadapermukaanlogam
6. Letak
logam dalam deret potensial reduksi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar